Kegiatan


BNPT Matangkan Bentuk Kegiatan Pelibatan Masyarakat Dalam Pencegahan Terorisme

Jakarta, FKPT Center - Subdirektorat Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Selasa - Jumat (23-26/1/2018), menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk mematangkan bentuk kegiatan pelibatan masyarakat dalam pencegahan terorisme yang akan dilaksanakan sepanjang tahun 2018.
 
Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Andi Intang Dulung, mengatakan FGD ini dilaksanakan untuk membahas kegiatan dari 5 bidang di pelibatan masyarakat, yaitu Agama, Pendidikan dan Dakwah; Ekonomi, Sosial, Budaya dan Hukum; Media Massa, Hubungan Masyarakat dan Sosialisasi; Pemberdayaan Pemuda dan Perempuan; serta Penelitian dan Pengkajian.
 
"Di sini kami hadirkan juga narasumber yang akan kami libatkan dalam pelaksanaan kegiatan," kata Andi Intang di Jakarta, Rabu (24/1/2018).
 
Kehadiran narasumber, lanjut Andi Intang, diharapkan bisa memberikan saran dan masukan agar bentuk kegiatan yang sudah dirancang dalam dilaksanakan secara maksimal. "Misalnya bidang Agama yang akan melibatkan penyuluh agama, materi apa yang sebaiknya disampaikan, bagaimana bentuk kegiatan terbaiknya, kami mohon nanti ada saran dan masukan," tambahnya.
 
Selain bidang Agama, Pendidikan dan Dakwah, bentuk kegiatan dari 4 bidang lainnya adalah Penguatan Aparatur Kelurahan dan Desa dalam Pencegahan Terorisme oleh bidang Ekonomi, Sosial, Budaya dan Hukum; Literasi Digital sebagai Upaya Pencegahan Radikalisme di Masyarakat oleh bidang Media Massa, Hubungan Masyarakat dan Sosialisasi;  Pelibatan Pelajar SMA dan Sederajat dalam Pencegahan Terorisme oleh bidang Pemberdayaan Pemuda dan Perempuan; serta Kajian Komprehensif terkait Permasalahan Radikalisme Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal oleh bidang Penelitian dan Pengkajian.
 
"Semua narasumber sudah mengonfirmasi kehadirannya di FGD ini. Ada dari LIPI dan Kemendagri, ada dari Mabes TNI, ada tokoh perfilman dan ada pegiat literasi, semua akan membagikan pengetahuannya agar pencegahan terorisme tahun ini bisa semakin maksimal," jelas Andi Intang.
 
Selain mematangkan bentuk kegiatan, FGD ini dilaksanakan juga untuk memastikan lokasi dan waktu pelaksanaan kegiatan. Khusus lokasi kegiatan, Andi Intang memastikan pelaksanaannya tidak lagi di ibukota provinsi.
 
"Pelaksanaannya masih di 32 provinsi di mana terdapat FKPT, tapi tidak lagi di ibukota provinsi. Ini sesuai arahan pimpinan untuk tujuan pemerataan, agar materi pencegahahan terorisme tidak hanya didapatkan masyarakat di kota," urai Andi Intang.
 
Direktur INSEP, KH. Syafi'i Mufid, yang akan menjadi narasumber di kegiatan bidang Agama, Pendidikan dan Dakwah, menyambut baik adanya sinergi antara lembaganya dengan BNPT dalam pencegahan terorisme. Dia menyebut pelibatan penyuluh agama dalam pencegahan terorisme adalah langkah kongkrit yang harus direalisasikan.
 
"Sebagian besar penyuluh agama mungkin lulusan S1, tapi jangan berharap semuanya memahami permasalahan radikalisme terorisme. Maka dari itu penting untuk membekali mereka dengan pengetahuan, sebelum meminta mereka terjun membantu pencegahan terorisme," kata Syafi'i. [shk/shk]